GENERATOR

Senin, 26 Maret 2012

Hikmah Menunaikan Ibadah Haji

Karena, orang yang melaksanakan ibadah haji, mereka mengetahui dan merasakan betapa beratnya perjuangan Nabi Ibrahim AS dan istrinya Siti Hajar, serta anaknya Nabi Ismail AS dalam membangun rumah Allah (Ka’bah) sebagai pusat peribadatan umat Islam.
Perjuangan mereka dalam mensyiarkan agama Allah inilah yang dituangkan melalui rangkaian pelaksanaan ibadah haji. Para jamaah haji juga dapat menyaksikan tempat-tempat bersejarah dari perjuangan yang dilakukan dan dirasakan oleh Rasulullah SAW di negeri yang tandus (Makkah dan Madinah) dengan berbagai rintangan. Semua ini tentu akan berpengaruh besar terhadap keimanan jamaah haji tersebut.
Ketiga, mempertebal rasa kesabaran dan memperdalam rasa kepatuhan terhadap ajaran-ajaran agama. Karena, selama menjalankan ibadah haji, jamaah haji merasakan betapa berat perjuangan yang harus dihadapi untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.
Keempat, menimbulkan rasa syukur yang sedalam-dalamnya atas segala karunia Allah SWT kepada hambanya, sehingga mempertebal rasa pengabdian kepada Allah SWT.
Kelima, memupuk rasa persatuan di kalangan umat Islam. Adanya keseragaman rangkaian pelaksanaan ibadah haji memberikan pelajaran bahwa umat Islam harus mempunyai satu visi dan misi, yaitu menegakkan syariat Islam. Semua pelaksanaan rukun haji, dilakukan pada waktu yang sama dan tempat yang sama pula.
Dalam pelaksanaan ibadah haji, harus ditanggalkan pakaian kemegahan pejabat, pakaian kesukuan dan kebangsaan. Kemudian, dikenakan pakaian kesatuan yang tidak membedakan antara si kaya dan si miskin, tidak membedakan antara pejabat dan rakyat biasa, dan tidak pula membedakan suku dan bangsa. Pakaian tersebut berwarna putih, sebagai lambang bahwa kesatuan harus diikat oleh kesucian jiwa dalam bentuk ukhwah islamiyah.
Berkenaan dengan persatuan ini Allah SWT berfirman, “Wahai seluruh manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenali.” (QS. Al-Hujurat: 13). Melalui sarana ibadah haji dan umrah, terbuka kesempatan seluas-luasnya untuk saling mengenal dan bertukar pikiran.
Keenam, bermanfaat dari segi ekonomi. Ibadah haji juga sangat memberikan manfaat yang banyak bagi para pedagang, karena jumlah jamaah haji dan umrah yang banyak tersebut tentunya membutuhkan keperluan yang sangat banyak pula. Di sisi lain, ibadah haji juga banyak memberikan manfaat secara ekonomi bagi umat Islam yang tidak mempunyai kemampuan untuk menunaikan ibadah haji, khususnya bagi negara-negara yang terdapat di dalamnya umat Islam yang miskin.
Sebab, pemerintah Arab Saudi mempunyai kebijakan—untuk menghindari kemubaziran—bahwa daging-daging hewan yang telah disembelih sebagai dam dari jamaah haji, dikirimkan ke berbagai negara yang di dalamnya terdapat umat Islam yang miskin. Inilah salah satu yang dimaksudkan oleh Firman Allah SWT, “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka…” (QS. Al-Hajj: 28).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar